Sunny Kamengmau adalah seorang pebisnis tas asal Alor, Nusa Tenggara Timur. Merek tas yang diproduksinya cukup dikenal yaitu Tas Robita. Namun dibalik kesuksesannya, Sunny ternyata hanya memiliki latar belakang pendidikan lulusan Sekolah Menengah Pertama.

Ternyata, pendidikan tidak selalu menjadi tolok ukur kesuksesan seseorang. Begitu pula yang dialami oleh Sunny Kamengmau.
Saat usia Sunny 18 tahun, ia datang ke Bali berbekal tamatan SMP. Sunny merasa tidak betah sekolah dan memutuskan untuk pergi merantau.
Berbekal ijazah tamatan SMP, Sunny akhirnya bekerja secara serabutan. Di usia yang masih muda, Sunny pernah bekerja sebagai operator cuci mobil dan buruh renovasi hotel. Hingga akhirnya ia menetap bekerja di Un’s Hotel yang terletak di Legian, Kuta.
Setelah bekerja sebagai tukang kebun, setahun kemudian Sunny diangkat menjadi security.
Di sela-sela kesibukannya sebagai security, Sunny menyempatkan diri belajar bahasa asing seperti Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang secara otodidak. Cara itu dilakukan untuk mempermudah dirinya melayani para tamu hotel yang mayoritas adalah wisatawan asing, termasuk Jepang.
Selama bekerja di Un’s Hotel, Sunny berkenalan dengan seorang warga negara Jepang pemilik usaha Real Point Inc, bernama Nobuyuki Kakizaki. Kemahiran berbahasa Jepang yang dimiliki Sunny membuat pertemanan mereka semakin dekat hingga Nobuyuki mengajak Sunny bekerja sama.
Nobuyuki sering mengajak Sunny untuk membeli barang-barang kerajinan tangan dan aksesoris di toko untuk dijual kembali ke Jepang. Para pelanggannya di Jepang memang sering tidak kebagian barang hingga harus menerapkan sistem Pre Order (PO).
Pria kelahiran Maxzmur, Alor (NTT) 12 September 1975 ini kemudian diajari bagaimana cara memilih barang berkualitas hingga cara mengirimnya ke Jepang. Itu semua dilakukan Sunny saat pagi atau siang hari karena malamnya ia tetap bekerja sebagai security di hotel. Hingga akhirnya, di awal tahun 2000 mereka berdua mulai memproduksi tas kulit. Namun tas kulit ini belum diberi merek.
Kemudian mereka mencari pengrajin ke tempat pengepul di daerah dekat bandara di Kampung Jawa.
Dari kampung Jawa, akhirnya Sunny dan Nobuyuki mendapati satu orang perajin yang mampu membuat tas kulit. Sejak saat itu produksi tas mulai dilakukan meski masih coba-coba.
Mereka mencoba untuk membuat sampel tas kulit. Di bulan pertama, Sunny mendapat respon baik dari Jepang. Di sinilah awal mula kejayaan Sunny Kamengmau.
Hingga akhirnya pada tahun 2003, Sunny dan partnernya membentuk CV Realisu dengan brand Tas Robita. Nama Robita dipilih karena partner bisnisnya yaitu Nobuyuki Kakizaki suka dengan karakter tokoh Nobita di film kartun Doraemon.

 

Tas Robita
Bisnis mereka semakin berkembang dan mengalami peningkatan cukup besar. Tercatat di tahun 2007, produksi tas mencapai 5.000 pcs setiap bulannya. Puncaknya terjadi di tahun 2009 dimana Sunny dan Nobuyuki telah memiliki karyawan hingga mencapai 300 orang.
Tas Robita adalah tas handmade yang dibentuk dari anyaman. Memiliki corak warna yang antik. Menurut Sunny, orang Jepang sangat menyukai produk buatan tangan, itulah mengapa produk Robika sangat diminati di Jepang.
Pemasaran di Jepang ditangani langsung oleh Nobuyuki. Strategi yang digunakan ialah dengan cara merekrut sales-sales handal yang ahli menjual produk. Kemudian Sunny juga rutin melakukan analisis market dan membangun konsep tas jenis apa yang paling disukai di pasar Jepang. Jadi setelah kembali ke tanah air, Sunny segera membuat produk tas yang sesuai dengan kebutuhan pasar di Jepang.
Di dalam produksi Tas Robita, Sunny menerapkan kebijakan yang cukup ketat. Produk tas yang dibuatnya harus sedemikian sempurna mulai dari jahitan, jenis kulit yang digunakan hingga tempelan manik-manik asesoris tas. Hal ini dilakukan Sunny agar masyarakat Jepang puas dengan kualitas yang ditawarkan Tas Robita.
Sementara itu, harga jual Tas Robita di Jepang rata-rata dibanderol Rp 4-5 juta untuk ukuran besar dan Rp 2-3 juta untuk ukuran kecil. Sejak tahun 2006 hingga 2012 rata-rata penjualan Tas Robita di Jepang bisa mencapai Rp 25-30 miliar setiap tahun.
Setelah sukses di pasar international, ternyata Sunny memiliki ambisi lain yaitu membangun market di negeri kelahirannya sendiri, Indonesia.
Sunny mendirikan sebuah butik Robita di Seminyak, Bali. Niatnya mendirikan dua butik lagi di Nusa Dua dan Ubud. Sunny tetap akan memakai merek Robita, meski di Indonesia merek ini belum sepopuler Jepang.
Sunny mengakui bahwa perjalanan bisnisnya memang tidak selalu mulus. Bagi Sunny, tips sukses yang selalu ia terapkan adalah memegang kepercayaan. Hal itu sangat penting.
Selama berbisnis, Sunny juga memiliki pengalaman yang tak terlupakan. Produk Tas Robita miliknya pernah ditampilkan di halaman utama Yahoo Jepang selama 24 jam dengan cuma-cuma alias gratis. Padahal, biaya beriklan di halaman tersebut terbilang cukup mahal.
Yang terpenting dalam berbisnis adalah optimis, terus belajar terhadap pengalaman. Ketika jatuh maka harus cari cara untuk bangkit. Sebab tidak ada hidup yang melulu senang. Sunny Kamengmau cocok dijadikan teladan dalam berbisnis. Latar belakang pendidikannya yang hanya tamat SMP ternyata bisa membawanya ke kancah pasar international karena kegigihannya. (rw/edp)
Semoga menginspirasi.